Cara Membedakan Ciri – Ciri Kontraksi Asli dan Palsu

Pada saat rahim sudah mulai terasa kencang selama beberapa saat, kemudian rileks kembali maka yang demikian tersebut menjadi suatu pertanda yang mengindikasikan Anda akan segera melewati proses melahirkan. Tetapi pada kenyataannya tidak semua kontraksi merupakan pertanda persalinan akan segera tiba. Bisa saja kontraksi tersebut hanyalah kontraksi biasa, atau palsu. Makanya penting sekali bagi Anda untuk mengetahui cara membedakan ciri – ciri kontraksi asli dan palsu.

Kontraksi palsu atau yang biasanya juga disebut dengan braxton hicks ini adalah tanda bahwasannya tubuh Anda sedang mempersiapkan diri, atau pun berlatih untuk hadapi proses persalinan. Tetapi, jenis kontraksi tersebut tidak menandakan bahwasanya Anda akan segera menghadapi proses persalinan. Agar Anda tidak terkecoh dengan kontraksi palsu, mari ketahui cara membedakannya di sini.

Cara Membedakan Ciri – Ciri Kontraksi Asli dan Palsu

Memperhatikan waktu terjadinya kontraksi

Cara membedakan ciri – ciri kontraksi asli dengan palsu yang pertama adalah dengan memperhatikan waktu terjadinya kontraksi. Biasanya kontraksi palsu ini terjadi pada trimester ketiga, tetapi ada pula ibu hamil yang alami kontraksi di trimester kedua kehamilan. Kontraksi tersebut jauh lebih sering terjadi di siang dan sore hari, apalagi setelah Anda melakukan aktifitas fisik yang berat. Sementara itu untuk jenis kontraksi yang aslinya sendiri biasanya terjadi saat usia kehamilan sudah 40 minggu. Tetapi demikian, apabila kontraksi muncul sebelum usia kehamilannya 37 minggu, mungkin Anda akan melahirkan secara premature.

Memperhatikan sensasi kontraksi yang dirasakan

Pada saat kontraksi palsu terjadi maka akan ada pengencangan di bagian perut bawah dan selangkangan. Sementara itu pada kontraksi asli, pengencangan ini ternyata akan terasa lebih luas, yakni mulai di bagian punggung bawah kemudian menjalar hingga ke bagian perut. Bahkan beberapa wanita hamil ada yang merasakan sensasi kontraksi seperti kram menstruasi yang kuat.

Sementara itu untuk kontraksi palsu sendiri biasnya akan reda atau menghilang apabila Anda bergerak maupun berjalan. Tetapi pada kontraksi asli, meskipun Anda sudah bergerak dan berjalan sensasi kontraksi tersebut tidak akan hilang, malah memperburuk keluhan yang Anda rasakan. Selain itu perbedaan kontraksi asli dengan palsu ini juga dapat diketahui dari intensitasnya.

Mengetahui lamanya kontraksi

Kontraksi palsu pada ibu hamil biasanya akan berlangsung dalam waktu yang bervariasi, bisa kurang dari 30 detik atau sekitar 2 menitan, dan dengan interval yang tidak teratur. Lain halnya dengan kontraksi asli yang dirasakan ibu hamil biasanya akan berlangsung sekitar 30 – 70 detik, tetapi jarak waktu antar kontraksinya lebih teratur dan akan jadi semakin pendek seiring waktu. Selain hal tersebut, terjadinya pengencangan perut juga akan terasa stabil, bahkan ada pula yang muncul lebih sering, terasa semakin berat, dan akan berlangsung lebih lama ketika proses persalinan semakin dekat.

Pada dasarnya mengalami kontraksi palsu pada saat kehamilan merupakan hal yang wajar, dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan, jadi tidak perlu penanganan medis. Apabila kontraksi palsu tersebut membuatmu kurang nyaman, maka Anda bisa mencoba meredakannya dengan cara memperbanyak istirahat, mandi dengan air hangat, atau pun berolahraga ringan dan mencoba pijat ibu hamil.

Tetapi jika Anda ternyata kesulitan untuk mengetahui dengan pasti kontraksi apa yang Anda rasakan, lebih baik Anda segera memeriksakan diri ke dokter atau bidan kepercayaanmu.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang cara membedakan ciri – ciri kontraksi asli dan palsu. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *